Rabu, 10 Oktober 2012

Sukses Bekerja Sambil Kuliah


Membayangkan harus menyelesaikan setumpuk pekerjaan, di tambah mengerjakan segudang tugas kuliah memang bisa jadi satu alasan yang membuat anda berfikir dua kali untuk kuliah. boro-boro berfikir untuk menambah gelar di belakang nama, untuk mengasah keterampilan lewat kursus atau training saja belum tentu sempat.
Apalagi jika status anda sudah menikah dan memiliki anak!

Tapi, melanjutkan kuliah ke jenjang lebih tinggi adalah investasi jangka panjang untuk karir anda. memang stress bisa muncul saat anda menjalaninya. tapi, membagi waktu, anda pasti bisa melewatinya dengan baik. berikut tips agar anda sukses bekerja sambil kuliah :
1.   Kesiapan Diri
Cobalah bertanya pada diri sendiri, apakah anda memiliki keinginan untuk menjawab kebutuhan masa depan. jika anda yakin, go for it

2.   Cari Dukungan Lingkungan
Poin ini sangat penting dalam membantu anda ketika kuliah. dukungan kerja anda. sampai rencana anda secara terbuka pada atasan anda selain bisa mendapat dukungan moril, beberapa perusahaan juga ada yang memberikan dukungan financial, tentunya, ada upaya take and give. misalnya, perusahaan akan sangat diuntungkan bisa karyawan memiliki kemampuan lebih, memiliki pengetahuan unggul.

Secara tidak langsung, hal ini dapat memajukan perusahaan. lantas bagaimana orang tua, suami/istri atau anak?? asal tau saja, pengertian dan dukungan keluarga sangat membantu anda untuk menyelesaikan kuliah.

3.    Dukungan Finansial
Yang harus dipenuhi bukan hanya biaya pendidikan, tapi juga biaya lain, sepertu buku, jurnal, bacaan pendukung/referensi, peralatan kuliah, laptop, kalkulator dan lain-lain.

Jangan sampai kuliah putus di tengah jalan gara-gara tak mencukupi. ukur dulu kemampuan, tapi jangan pernah merasa rugi. Investasi ini yang akan kembali.

4.   Siap Belajar
Ketika kembali kuliah, persiapkan diri untuk kembali belajar dan membuat tugas. misalnya, bila ingin memilih bidang bisnis, tambahlah pengetahuan anda tentang bisnis dan ilmu-ilmu yang berkaitan dengan bisnis sedini mungkin. jangan menunggu sampai anda masuk kuliah.

5.   Siapkan Mental
Pekerjaan dan Kuliah sama-sama menguras waktu, tenaga, dan fikiran. Apabila persiapan mental kurang, putus sekolah di tengah jalan sangat mungkin terjadi. mulailah pula belajar untuk terbuka terhadap argumentasi orang lain, bersaing secara sehat, serta berbagi dan bekerja sama.

6.   Bijak Membagi Waktu
Anda perlu membuat rencana 2 atau 3 langkah ke depan. artinya, bila ada waktu, mulailah mencicil tugas-tugas anda sebelum 'jatuh tempo'. Sehingga bila di tengah jalan menghadapi halangan (karena ada tugas luar kota yang tak dapat ditinggalkan, atau ada keluarga yang terkena musibah), tetap dapat menyelesaikan tugas dengan baik dan tepat waktu. bila anda bisa membaca buku dalam perjalanan kantir atau mengerjakan latihan atau kuis sewaktu makan siang, lakukanlah, atau anda mencari waktu untuk belajar, saat anak-anak menonton tv.

Hari-hari libur juga dapat di manfaatkan untuk menyelesaikan tugas, tentunya setelah anak-anak mendapatkan perhatian. prinsipnya, gunakan waktu seefektif mungkin dan minta pengertian pada keluarga anda.

7.   Refreshing
Waktu liburan pun sebaiknya di fikirkan dengan baik, meski hari-hari anda dipadati oleh jadwal kuliah dan aktivitas kantor, sebisa mungkin, jangan abaikan waktu untuk beristirahat atau memanjakan diri anda. hal ini cukup efektif untuk meng-charge motivasi dan semangat anda.

Referensi : http://www.kaskus.co.id
Baca Selengkapnya →Sukses Bekerja Sambil Kuliah
Selasa, 09 Oktober 2012

FIFA 13 VS PES 2013, Lebih Bagus Mana???


Siapa yang tidak kenal atau pernah memainkan salah satu dari game di atas. Yap, FIFA 13 dari EA Sports dan PES 2013 dari KONAMI yang baru dirilis bulan september kemarin. Game yang bergenre sepak bola ini sudah tidak asing lagi di kalangan pecinta sepak bola. Banyak di seluruh penjuru dunia memainkan salah satu dari game diatas, terutama di indonesia. Di sini saya akan membahas sedikit tentang 2 game di atas. Karena EA Sports selaku pembesut game FIFA 13 dan KONAMI selaku pembesut dari PES 2013 masing – masing sedang berlomba-lomba menunjukan kualitas kepada para pencinta game sepak bola ini, mana yang lebih baik dan unggul dari segala faktor. Ok, tanpa panjang lebar yang pertama saya akan membahas soal FIFA 13 dari EA Sports.

FIFA 13 ( EA Sports )

Menurut  EA Sports selaku pihak yang menggarap seri game ini, FIFA 13 mempunyai 3 fitur andalan.
Fitur pertama, Attacking Intelligence, pemain atau player bisa lebih leluasa dalam menyerang, memberi umpan atau mencari celah. Selain itu player juga lebih aktif dan cerdas dalam bergerak.
Fitur kedua, Complete Driblling , fitur ini memungkinkan player melakukan gerakan dengan mobilitas hingga 360 derajat.
Fitur ketiga, 1st Touch Control, fitur terbaru dalam seri game FIFA ini menambah kesan “real” dalam permainan. Fitur 1st control membuat kondisi pemain dan lapangan menjadi satu elemen yang menentukan saat player menerima operan. Jadi kalu kondisi pemain dan lapangan sedang kurang baik, bukan tidak mungkin operan – operan mudah justru gagal di kontrol.

Selain 3 fitur diatas, fitur impact engine juga semakin di sempurnakan oleh EA Sports. Untuk career mode perubahan paling drastis adalah player tidak hanya bisa menggunakan club, tapi juga bisa menggunakan negara. Untuk fitur online, FIFA 13 punya yang namanya “Match Day”.
Fitur match day otomatis melakukan update poin status pemain sesuai dengan dunia nyata. Ok cukup bahas FIFA 13, sekarang  giliran PES 2013.

PES 2013 ( Konami )

Fitur pertama dari seri game PES 2013, fitur pertama player ID, memungkinkan kita untuk mengenali pemain di lapangan hanya dengan melihat pergerakan atau aksesoris yang di pakai. Contoh player ID paling mudah ditemui adalah pada pergerakan cristiano ronaldo yang sangat khas saat membawa bola. Fitur kedua, PES Full Control memungkinkan kita mengontrol pemain dengan bebas, di antaranya saat melakukan operan dan tembakan ke gawang. Fitur selajutnya, Dynamic First Touch ini merupakan fitur yang ok menurut saya. Dengan adanya dynamic first control player dipermudah untuk mengontrol bola sesuai dengan keinginan masing-masing.

Selain fitur-fitur diatas ada juga fitur Al yang telah di sempurnakan, Impact engine dan Tactical Free kick. Untuk jenis mode permainan, belum ada perubahan berarti dibanding PES 2012. Contoh perubahan adalah pada mode football life yang di dalamnya ada master league dan become a legend. Dalam versi terbaru pemain bisa membeli item dan mendapatkan sepatu yang berguna meningkatkan kemampuan pemain.

Selesai sudah membahas tentang FIFA 13 dan PES 2013 ini, dari pembahasan di atas saya mencoba mengambil voting kecil - kecilan tentang 2 seri game ini lebih favorit mana memainkan FIFA 13 atau PES 2013. Jawaban dari mereka bermacam – macam dan saya mengambil kesimpulan dari voting kecil-kecilan tersebut, ternyata PES 2013 masih lebih favorit di banding FIFA 13 alasanya simpel karena mayoritas adalah faktor terbiasa dengan permainan PES 2013 dibanding FIFA 13.

Referensi : http://inet.detik.com
Baca Selengkapnya →FIFA 13 VS PES 2013, Lebih Bagus Mana???

Teori Organisasi Umum ( Tugas 1 )


1.    Apa yang di maksud dengan organisasi ?

Organisasi adalah sekelompok orang (dua atau lebih) yang secara formal dipersatukan dalam suatu kerjasama untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

2.    Mengapa organisasi di katakan sebagai wadah dan proses ?

Oranisasi sebagai Proses
Maksud organisasi sebagai proses adalah dimana ide2 dan saran dari anggota organisasi tidak hanya sebagai catatan saja, melainkan akan diproses menjadi sesuatu yang lebih baik dalam arti lain mengaplikasikan ide2 yang telah dikumpulkan dalam wadah tersebut .

Organisasi sebagai Wadah
Maksud organisasi sebaai wadah adalah tempat dimana suatu kelompok berkumpul untuk membicarakan dan bekerja sama dalam satu tujuan.Di dalam organisasi tersebut tempat orang-orang bertukar pikiran dan menuangkan ide-ide mengenai organisasi tersebut,karena itu maka dapat disebut sebagai wadah.

3.    Organisasi ada formal dan informal, jelaskan masing - masing dan berikan contohnya ?

Oraganisasi formal
Organisasi formal/ Resmi adaah organisasi yang dibentuk oleh sekumpulan orang/masyarakat yang memiliki suatu struktur yang terumuskan dengan baik, yang menerangkan hubungan-hubungan otoritasnya, kekuasaan, akuntabilitas dan tanggung jawabnya, serta memilki kekuatan hukum.

Contoh organisasi formal ádalah perusahaan besar, badan-badan pemerintah, dan universitas-universitas.

Organisasi informal
Keanggotaan pada organisasi-organisasi informal dapat dicapai baik secara sadar maupun tidak sadar, dan kerap kali sulit untuk menentukan waktu eksak seseorang menjadi anggota organisasi tersebut. Sifat eksak hubungan antar anggota dan bahkan tujuan organisasi yang bersangkutan tidak terspesifikasi.

Contoh organisasi informal adalah pertemuan tidak resmi seperti makan malam bersama.

4.    Ceritakan pengalaman kalian pribadi kalian baik di organisasi formal maupun informal ?

Pengalaman saya di organisasi formal yaitu bekerja di salah satu perusahaan yang bergerak di bidang supllier. di sini saya berkerja dalam kelompok, misalkan ada sebuah tender dari perusahaan yang membutuhkan barang untuk di supply perusahaan kami langsung menyiapkan penawaran harga dan spesifikasi barang yang akan di minta.  Dalam hal ini saya menyiapkan berkas – berkas yang akan di lampirkan untuk mengajukan penawaran barang yang akan di tawarkan. Bagian lainnya mencari harga barang dan spesifikasi barang yang di minta oleh perusahaan tersebut. Begitulah sedikit pengalaman saya dalam organisasi formal, yang sampai sekarang masih saya jalankan.
Baca Selengkapnya →Teori Organisasi Umum ( Tugas 1 )
Jumat, 05 Oktober 2012

KEMACETAN MASALAH DI IBU KOTA



Indonesia adalah negara dengan kepadatan penduduk ke 4 di dunia. Di negara dengan banyak penduduk ini, sudah banyak masalah terjadi dengan melambungnya angka kepadatan penduduk setiap tahunnya. Salah satunya kemacetan yang ada di negara ini.

Kemacetan adalah situasi atau keadaan tersendatnya atau bahkan terhentinya lalu lintas yang disebabkan oleh banyaknya jumlah kendaraan melebihi kapasitas jalan. Kemacetan banyak terjadi di kota-kota besar, terutamanya yang tidak mempunyai transportasi publik yang baik atau memadai ataupun juga tidak seimbangnya kebutuhan jalan dengan kepadatan penduduk, misalnya Jakarta dan Bangkok.

Kemacetan lalu lintas menjadi permasalahan sehari-hari di Jakarta, Surabaya, Bandung, Medan dan kota-kota besar lainnya di Indonesia. Kemacetan dapat terjadi karena beberapa alasan:

-          Arus yang melewati jalan telah melampaui kapasitas jalan.
-          Terjadi kecelakaan terjadi gangguan kelancaran karena masyarakat yang menonton kejadian kecelakaan atau karena kendaran yang terlibat kecelakaan belum disingkirkan dari jalur lalu lintas.
-          Terjadi banjir sehingga kendaraan memperlambat kendaraan
-          Ada perbaikan jalan.
-          Bagian jalan tertentu yang longsor.
-          Kemacetan lalu lintas yang disebabkan kepanikan seperti kalau terjadi isyarat sirene tsunami.
-          Karena adanya pemakai jalan yang tidak tahu aturan lalu lintas, Seperti : berjalan lambat di lajur kanan dan sebagainya.
-          Adanya parkir liar dari sebuah kegiatan.
-          Pasar tumpah yang secara tidak langsung memakan badan jalan sehingga pada akhirnya membuat sebuah antrian terhadap sejumlah kendaraan yang akan melewati area tersebut.
-          Pengaturan lampu lalu lintas yang bersifat kaku yang tidak mengikuti tinggi rendahnya arus lalu lintas.

Kemacetan juga memiliki dampak negatifnya, dampak negatif kemacetan antara lain :

-          Kerugian waktu, karena kecepatan perjalanan yang rendah.
-          Pemborosan energi, karena pada kecepatan rendah konsumsi bahan bakar lebih rendah.
-          Keausan kendaraan lebih tinggi, karena waktu yang lebih lama untuk jarak yang pendek. radiator tidak berfungsi dengan baik dan penggunaan rem yang lebih tinggi.
-          Meningkatkan polusi udara karena pada kecepatan rendah konsumsi energi lebih tinggi, dan mesin tidak beroperasi pada kondisi yang optimal.
-          Meningkatkan stress pengguna jalan.
-          Mengganggu kelancaran kendaraan darurat seperti ambulans, pemadam kebakaran dalam menjalankan tugasnya.

Referensi : http://id.wikipedia.org/wiki/Kemacetan
Baca Selengkapnya →KEMACETAN MASALAH DI IBU KOTA
Rabu, 03 Oktober 2012

KORUPSI “MENJADI BUDAYA” DI NEGARA INI



Korupsi di jaman sekarang ini bukanlah suatu hal yang tabu, banyak pejabat – pejabat pemerintahan dari yang bawah hingga kalangan pejabat atas melakukan hal tersebut. Tujuannya hanya satu memperkaya diri, entah apa yang mereka pikirkan hingga berbuat seperti itu. Padahal korupsi itu merupakan suatu tindakan melanggar hukum, dan di dalam agama islam pun korupsi itu termasuk dosa karena mengambil barang yang bukan haknya.

Korupsi dan derivatifnya kolusi, nepotisme, despotisme adalah penyakit masyarakat. Oleh karena itu harus dimulai dengan melakukan diagnosis, yaitu mencari penyebab dari penyakit itu. Jika penyebabnya sudah ditemukan, penyebabnya itulah yang diangkatkan melalui terapi-terapi penyembuhan dan dengan resep obat-obat yang tepat.

Pertanyaannya, dapatkah korupsi sebagai penyakit masyarakat itu diangkat? Jawabnya, sama seperti dokter menjawab pertanyaan pasiennya: Insya Allah, dapat! Kecuali kalau penyakitnya sudah lajat, sudah sangat payah, memang tidak bisa disembuhkan lagi. Yang ditunggu adalah kematian. Bukankah kematian masyarakat akibat korupsi sudah kita temukan di mana-mana dalam lembaran sejarah? Kuburannya pun bertebaran di mana-mana.

Memang, penyakit masyarakat bernama ”korupsi” itu telah ada sejak manusia ada. Secara potensial inheren ada pada tiap manusia. Namun, manusia itu disebut manusia karena dia berusaha melawan dan memerangi sifat-sifat buruk (sayyiah), jelek (lawwamah), dan kesetanan (syaithaniyyah)-nya dengan petunjuk-petunjuk Ilahi dan akal sehatnya. Itu sebabnya, dalam Islam, keimanan dan ketakwaan harus senantiasa diperbarui dan diperkuat. Perjalanan hidup seseorang tak pernah berupa garis lurus yang terus menanjak atau terus menurun, tetapi keduanya. Itu sebabnya kenapa ada orang yang pada mulanya baik, lurus, jujur, tidak korupsi, tetapi akhirnya jelek dan menjadi koruptor besar. Begitu juga sebaliknya.

Pendekatan bersifat kejiwaan yang dimulai dari diri, bagaimanapun, harus dilakukan karena yang sakit itu sesungguhnya adalah jiwa. Penyakit jiwa terapinya terutama agama. Tak ada terapi kejiwaan yang lebih ampuh dan lebih menyentuh kecuali pendekatan kejiwaan bernuansa keagamaan. Dalam psiko-terapi yang bernuansa keagamaan, manusia yang telah terputus talinya dengan Sang Penciptanya dihubungkan kembali sehingga dia merasakan ada pihak lain selain dirinya yang akan membantu dia, yaitu Sang Pencipta.

Baca Selengkapnya → KORUPSI “MENJADI BUDAYA” DI NEGARA INI
Senin, 01 Oktober 2012

PLC ( Programmable Logic Controller )

PLC (PROGRAMMABLE LOGIC CONTROLLER)

2.1 Pengertian

Programmable Logic Controllers (PLC) adalah komputer elektronik yang mudah digunakan (user friendly) yang memiliki fungsi kendali untuk berbagai tipe dan tingkat kesulitan yang beraneka ragam .
Definisi Programmable Logic Controller menurut Capiel (1982) adalah :
sistem elektronik yang beroperasi secara dijital dan didisain untuk pemakaian di lingkungan industri, dimana sistem ini menggunakan memori yang dapat diprogram untuk penyimpanan secara internal instruksi-instruksi yang mengimplementasikan fungsi-fungsi spesifik seperti logika, urutan, perwaktuan, pencacahan dan operasi aritmatik untuk mengontrol mesin atau proses melalui modul-modul I/O dijital maupun analog .
Berdasarkan namanya konsep PLC adalah sebagai berikut :
1. Programmable
menunjukkan kemampuan dalam hal memori untuk menyimpan program yang telah dibuat yang dengan mudah diubah-ubah fungsi atau kegunaannya.
2. Logic
menunjukkan kemampuan dalam memproses input secara aritmatik dan logic (ALU), yakni melakukan operasi membandingkan, menjumlahkan, mengalikan, membagi, mengurangi, negasi, AND, OR, dan lain sebagainya.
3. Controller
menunjukkan kemampuan dalam mengontrol dan mengatur proses sehingga menghasilkan output yang diinginkan.
PLC ini dirancang untuk menggantikan suatu rangkaian relay sequensial dalam suatu sistem kontrol. Selain dapat diprogram, alat ini juga dapat dikendalikan, dan dioperasikan oleh orang yang tidak memiliki pengetahuan di bidang pengoperasian komputer secara khusus. PLC ini memiliki bahasa pemrograman yang mudah dipahami dan dapat dioperasikan bila program yang telah dibuat dengan menggunakan software yang sesuai dengan jenis PLC yang digunakan sudah dimasukkan.
Alat ini bekerja berdasarkan input-input yang ada dan tergantung dari keadaan pada suatu waktu tertentu yang kemudian akan meng-ON atau meng-OFF kan output-output. 1 menunjukkan bahwa keadaan yang diharapkan terpenuhi sedangkan 0 berarti keadaan yang diharapkan tidak terpenuhi. PLC juga dapat diterapkan untuk pengendalian sistem yang memiliki output banyak.
Fungsi dan kegunaan PLC sangat luas. Dalam prakteknya PLC dapat dibagi secara umum dan secara khusus.
Secara umum fungsi PLC adalah sebagai berikut:
1. Sekuensial Control
PLC memproses input sinyal biner menjadi output yang digunakan untuk keperluan pemrosesan teknik secara berurutan (sekuensial), disini PLC menjaga agar semua step atau langkah dalam proses sekuensial berlangsung dalam urutan yang tepat.
2. Monitoring Plant
PLC secara terus menerus memonitor status suatu sistem (misalnya temperatur, tekanan, tingkat ketinggian) dan mengambil tindakan yang diperlukan sehubungan dengan proses yang dikontrol (misalnya nilai sudah melebihi batas) atau menampilkan pesan tersebut pada operator.
Sedangkan fungsi PLC secara khusus adalah dapat memberikan input ke CNC (Computerized Numerical Control). Beberapa PLC dapat memberikan input ke CNC untuk kepentingan pemrosesan lebih lanjut. CNC bila dibandingkan dengan PLC mempunyai ketelitian yang lebih tinggi dan lebih mahal harganya. CNC biasanya dipakai untuk proses finishing, membentuk benda kerja, moulding dan sebagainya.
Prinsip kerja sebuah PLC adalah menerima sinyal masukan proses yang dikendalikan lalu melakukan serangkaian instruksi logika terhadap sinyal masukan tersebut sesuai dengan program yang tersimpan dalam memori lalu menghasilkan sinyal keluaran untuk mengendalikan aktuator atau peralatan lainnya.

Bahasa pemograman PLC

Terdapat lima tipe bahasa pemrograman yang bisa dipakai untuk memprogram PLC, meski tidak semuanya di-support oleh suatu PLC, yaitu antara lain :
1. Bahasa pemrograman Ladder Diagram (LD)
2. Bahasa pemrograman Instruction List (IL)/Statement List (SL)
3. Bahasa pemrograman Sequential Function Chart (SFC)/Grafcet
4. Bahasa pemrograman Function Block Diagram (FBD)
5. Bahasa pemrograman tingkat tinggi (high-level), contohnya Visual Basic
Penulis akan membahas bahasa pemrograman PLC yang paling populer digunakan dan paling mudah dipahami, yaitu Ladder Diagram, dengan menggunakan contoh rangkaian Interlock. Ladder Diagram mudah dipahami karena menggunakan pendekatan grafis, yaitu menggunakan simbol-simbol komponen elektromagnetik-mekanik relay (coil dan contact), blok-blok fungsi (function block), seperti timer, counter, trigger, kondisional, serta blok fungsi yang didefinisikan sendiri oleh programmer. Selain itu, karena Ladder Diagram menggunakan pendekatan grafis, maka programmer menjadi lebih mudah untuk melakukan troubleshooting pada program yang akan dijalankan pada PLC.
Pemanfaatan Programmable Logic Controller (PLC) dalam Dunia Industri
Perkembangan industri dewasa ini, khususnya dunia industri di negara kita, berjalan amat pesat seiring dengan meluasnya jenis produk-produk industri, mulai dari apa yang digolongkan sebagai industri hulu sampai dengan industri hilir. Kompleksitas pengolahan bahan mentah menjadi bahan baku, yang berproses baik secara fisika maupun secara kimia, telah memacu manusia untuk selalu meningkatkan dan memperbaiki unjuk kerja sistem yang mendukung proses tersebut, agar semakin produktif dan efisien. Salah satu yang menjadi perhatian utama dalam hal ini ialah penggunaan sistem pengendalian proses industri (sistem kontrol industri).

Dalam era industri modern, sistem kontrol proses industri biasanya merujuk pada otomatisasi sistem kontrol yang digunakan. Sistem kontrol industri dimana peranan manusia masih amat dominan (misalnya dalam merespon besaran-besaran proses yang diukur oleh sistem kontrol tersebut dengan serangkaian langkah berupa pengaturan panel dan saklar-saklar yang relevan) telah banyak digeser dan digantikan oleh sistem kontrol otomatis.

Sebabnya jelas mengacu pada faktor-faktor yang mempengaruhi efisiensi dan produktivitas industri itu sendiri, misalnya faktor human error dan tingkat keunggulan yang ditawarkan sistem kontrol tersebut. Salah satu sistem kontrol yang amat luas pemakaiannya ialah Programmable Logic Controller (PLC). Penerapannya meliputi berbagai jenis industri mulai dari industri rokok, otomotif, petrokimia, kertas, bahkan sampai pada industri tambang, misalnya pada pengendalian turbin gas dan unit industri lanjutan hasil pertambangan. Kemudahan transisi dari sistem kontrol sebelumnya (misalnya dari sistem kontrol berbasis relay mekanis) dan kemudahan trouble-shooting dalam konfigurasi sistem merupakan dua faktor utama yang mendorong populernya PLC ini.

Artikel ini mecoba memberikan gambaran ringkas tentang PLC ini dari sudut pandang piranti penyusunnya. Apakah Sebenarnya PLC itu? NEMA (The National electrical Manufacturers Association) mendefinisikan PLC sebagai piranti elektronika digital yang menggunakan memori yang bisa diprogram sebagai penyimpan internal dari sekumpulan instruksi dengan mengimplementasikan fungsi-fungsi tertentu, seperti logika, sekuensial, pewaktuan, perhitungan, dan aritmetika, untuk mengendalikan berbagai jenis mesin ataupun proses melalui modul I/O digital dan atau analog.

PLC merupakan sistem yang dapat memanipulasi, mengeksekusi, dan atau memonitor keadaan proses pada laju yang amat cepat, dengan dasar data yang bisa diprogram dalam sistem berbasis mikroprosesor integral. PLC menerima masukan dan menghasilkan keluaran sinyal-sinyal listrik untuk mengendalikan suatu sistem. Dengan demikian besaran-besaran fisika dan kimia yang dikendalikan, sebelum diolah oleh PLC, akan diubah menjadi sinyal listrik baik analog maupun digital,yang merupakan data dasarnya.. Karakter proses yang dikendalikan oleh PLC sendiri merupakan proses yang sifatnya bertahap, yakni proses itu berjalan urut untuk mencapai kondisi akhir yang diharapkan. Dengan kata lain proses itu terdiri beberapa subproses, dimana subproses tertentu akan berjalan sesudah subproses sebelumnya terjadi. Istilah umum yang digunakan untuk proses yang berwatak demikian ialah proses sekuensial (sequential process). Sebagai perbandingan, sistem kontrol yang populer selain PLC, misalnya Distributed Control System (DCS), mampu menangani proses-proses yang bersifat sekuensial dan juga kontinyu (continuous process) serta mencakup loop kendali yang relatif banyak.

Piranti Penyususnan PLC
PLC yang diproduksi oleh berbagai perusahaan sistem kontrol terkemuka saat ini biasanya mempunyai ciri-ciri sendiri yang menawarkan keunggulan sistemnya, baik dari segi aplikasi (perangkat tambahan) maupun modul utama sistemnya. Meskipun demikian pada umumnya setiap PLC (sebagaimana komputer pribadi Anda yang cenderung mengalami standarisasi dan kompatibel satu sama lain) mengandung empat bagian (piranti) berikut ini:

1. Modul Catu daya.
2. Modul CPU.
3. Modul Perangkat Lunak.
4. Modul I/O.


Modul Catu Daya (Power Supply: PS)
PS memberikan tegangan DC ke berbagai modul PLC lainnya selain modul tambahan dengan kemampuan arus total sekitar 20A sampai 50A, yang sama dengan battery lithium integral (yang digunakan sebagai memory backup). Seandainya PS ini gagal atau tegangan bolak balik masukannya turun dari nilai spesifiknya, isi memori akan tetap terjaga. PLC buatan Triconex, USA, yakni Trisen TS3000 bahkan mempunyai double power supply yang berarti apabila satu PS-nya gagal, PS kedua otomatis akan mengambil alih fungsi catu daya sistem.

Modul CPU
Modul CPU yang disebut juga modul kontroler atau prosesor terdiri dari dua bagian:
  1. Prosesor berfungsi:
    • mengoperasikan dan mengkomunikasikan modul-modul PLC melalui bus-bus serial atau paralel yang ada.
    • Mengeksekusi program kontrol.
  1. Memori, yang berfungsi:
    • Menyimpan informasi digital yang bisa diubah dan berbentuk tabel data, register citra, atau RLL (Relay Ladder Logic), yang merupakan program pengendali proses.


Pada PLC tertentu kadang kita jumpai pula beberapa prosesor sekaligus dalam satu modul, yang ditujukan untuk mendukung keandalan sistem. Beberapa prosesor tersebut bekerja sama dengan suatu prosedur tertentu untuk meningkatkan kinerja pengendalian. Contoh PLC jenis ini ialah Trisen TS3000 mempunyai tiga buah prosesor dengan sistem yang disebut Tripple Redundancy Modular.

Kapasitas memori pada PLC juga bervariasi. Trisen TS3000, misalnya, mempunyai memori 384 Kbyte (SRAM) untuk program pengguna dan 256 Kbyte (EPROM) untuk sistem operasinya. Simatic S5 buatan Siemens mempunyai memori EPROM 16Kbyte dan RAM 8 Kbyte. PLC FA-3S Series mempunyai memori total sekitar 16 Kbyte. Kapasitas memori ini tergantung penggunaannya dan seberapa jauh Anda sebagai mengoptimalisasikan ruang memori PLC yang Anda miliki, yang berarti pula tergantung seberapa banyak lokasi yang diperlukan program kontrol untuk mengendalikan plant tertentu. Program kontrol untuk pengaliran bahan bakar dalam turbin gas tentu membutuhkan lokasi memori yang lebih banyak dibandingkan dengan program kontrol untuk menggerakkan putaran mekanik robot pemasang bodi mobil pada industri otomotif. Suatu modul memori tambahan bisa juga diberikan ke sistem utama apabila kebutuhan memori memang meningkat.

Modul Program Perangkat Lunak PLC mengenal berbagai macam perangkat lunak, termasuk State Language, SFC, dan bahkan C. Yang paling populer digunakan ialah RLL (Relay Ladder Logic). Semua bahasa pemrograman tersebut dibuat berdasarkan proses sekuensial yang terjadi dalam plant (sistem yang dikendalikan). Semua instruksi dalam program akan dieksekusi oleh modul CPU, dan penulisan program itu bisa dilakukan pada keadan on line maupun off line. Jadi PLC dapat bisa ditulisi program kontrol pada saat ia mengendalikan proses tanpa mengganggu pengendalian yang sedang dilakukan. Eksekusi perangkat lunak tidak akan mempengaruhi operasi I/O yang tengah berlangsung.

Modul I/O
Modul I/O merupakan modul masukan dan modul keluaran yang bertugas mengatur hubungan PLC dengan piranti eksternal atau periferal yang bisa berupa suatu komputer host, saklar-saklar, unit penggerak motor, dan berbagai macam sumber sinyal yang terdapat dalam plant.
  1. Modul masukan
    Modul masukan berfungsi untuk menerima sinyal dari unit pengindera periferal, dan memberikan pengaturan sinyal, terminasi, isolasi, maupun indikator keadaan sinyal masukan. Sinyal-sinyal dari piranti periferal akan di-scan dan keadaannya akan dikomunikasikan melalui modul antarmuka dalam PLC.

    Beberapa jenis modul masukan di antaranya:
    • Tegangan masukan DC (110, 220, 14, 24, 48, 15-30V) atau arus C(4-20mA).
    • Tegangan AC ((110, 240, 24, 48V) atau arus AC (4-20mA).
    • Masukan TTL (3-15V).
    • Masukan analog (12 bit).
    • Masukan word (16-bit/paralel).
    • Masukan termokopel.
    • Detektor suhu resistansi (RTD).
    • Relay arus tinggi.
    • Relay arus rendah.
    • Masukan latching (24VDC/110VAC).
    • Masukan terisolasi (24VDC/85-132VAC).
    • Masukan cerdas (mengandung mikroprosesor).
    • Masukan pemosisian (positioning).
    • Masukan PID (proporsional, turunan, dan integral).
    • Pulsa kecepatan tinggi.
    • Dll.
  1. Modul keluaran
    Modul keluaran mengaktivasi berbagai macam piranti seperti aktuator hidrolik, pneumatik, solenoid, starter motor, dan tampilan status titik-titik periferal yang terhubung dalam sistem. Fungsi modul keluaran lainnya mencakup conditioning, terminasi dan juga pengisolasian sinyal-sinyal yang ada. Proses aktivasi itu tentu saja dilakukan dengan pengiriman sinyal-sinyal diskret dan analog yang relevan, berdasarkan watak PLC sendiri yang merupakan piranti digital. Beberapa modul keluaran yang lazim saat ini di antaranya:
    • Tegangan DC (24, 48, 110V) atau arus DC (4-20mA)
    • Tegangan AC (110, 240V) atau arus AC (4-20mA).
    • Keluaran analog (12-bit).
    • Keluaran word (16-bit/paralel)
    • Keluaran cerdas.
    • Keluaran ASCII.
    • Port komunikasi ganda.
Dengan berbagai modul di atas PLC bekerja mengendalikan berbagai plant yang kita miliki. Mengingat sinyal-sinyal yang ditanganinya bervariasi dan merupakan informasi yang memerlukan pemrosesan saat itu juga, maka sistem yang kita miliki tentu memiliki perangkat pendukung yang mampu mengolah secara real time dan bersifat multi tasking,. Anda bayangkan bahwa pada suatu unit pembangkit tenaga listrik misalnya, PLC Anda harus bekerja 24 jam untuk mengukur suhu buang dan kecepatan turbin, dan kemudian mengatur bukaan katup yang menentukan aliran bahan bakar berdasarkan informasi suhu buang dan kecepatan di atas., agar didapatkan putaran generator yang diinginkan! Pada saat yang sama sistem pelumasan turbin dan sistem alarm harus bekerja baik baik di bawah pengendalian PLC! Suatu piranti sistem operasi dan komunikasi data yang andal tentu harus kita gunakan. Teknologi cabling, pemanfaatan serat optik, sistem operasi berbasis real time dan multi tasking semacam Unix, dan fasilitas ekspansi yang memadai untuk jaringan komputer merupakan hal yang lazim dalam instalasi PLC saat ini. 

Sumber : http://telkomit.blogspot.com/2010/05/pengertian-plc
Baca Selengkapnya →PLC ( Programmable Logic Controller )