Rabu, 18 Maret 2015

Etika, Pofesi & Profesionalisme



Pengertian Etika, Profesi & Profesionalisme

1.    Etika
     Pengertian Etika (Etimologi), berasal dari bahasa Yunani adalah “Ethos”, yang berarti watak kesusilaan atau adat kebiasaan (custom). Etika biasanya berkaitan erat dengan perkataan moral yang merupakan istilah dari bahasa Latin, yaitu “Mos” dan dalam bentuk jamaknya “Mores”, yang berarti juga adat kebiasaan atau cara hidup seseorang dengan melakukan perbuatan yang baik (kesusilaan), dan menghindari hal-hal tindakan yang buruk. Etika dan moral lebih kurang sama pengertiannya, tetapi dalam kegiatan sehari-hari terdapat perbedaan, yaitu moral atau moralitas untuk penilaian perbuatan yang dilakukan, sedangkan etika adalah untuk pengkajian sistem nilai-nilai yang berlaku. 

2.     Profesi
   Profesi merupakan suatu jabatan atau pekerjaan yang menuntut keahlian atau keterampilan dari pelakunya. Biasanya sebutan “profesi” selalu dikaitkan dengan pekerjaan atau jabatan yang dipegang oleh seseorang, akan tetapi tidak semua pekerjaan atau jabatan dapat disebut profesi karena profesi menuntut keahlian para pemangkunya. Hal ini mengandung arti bahwa suatu pekerjaan atau jabatan yang disebut profesi tidak dapat dipegang oleh sembarang orang, akan tetapi memerlukan suatu persiapan melalui pendidikan dan pelatihan yang dikembangkan khusus untuk itu. Pekerjaan tidak sama dengan profesi. Istilah yang mudah dimengerti oleh masyarakat awam adalah sebuah profesi sudah pasti menjadi sebuah pekerjaan, namun sebuah pekerjaan belum tentu menjadi sebuah profesi. Profesi memiliki mekanisme serta aturan yang harus dipenuhi sebagai suatu ketentuan, sedangkan kebalikannya, pekerjaan tidak memiliki aturan yang rumit seperti itu. Hal inilah yang harus diluruskan di masyarakat, karena hampir semua orang menganggap bahwa pekerjaan dan profesi adalah sama.

4.    Profesionalisme                     
      Profesionalisme merupakan komitmen para anggota suatu profesi untuk meningkatkan kemampuannya secara terus menerus. “Profesionalisme” adalah sebutan yang mengacu kepada sikap mental dalam bentuk komitmen dari para anggota suatu profesi untuk senantiasa mewujudkan dan meningkatkan kualitas profesionalnya. Alam bekerja, setiap manusia dituntut untuk bisa memiliki profesionalisme karena di dalam profesionalisme tersebut terkandung kepiawaian atau keahlian dalam mengoptimalkan ilmu pengetahuan, skill, waktu, tenaga, sember daya, serta sebuah strategi pencapaian yang bisa memuaskan semua bagian/elemen. Profesionalisme juga bisa merupakan perpaduan antara kompetensi dan karakter yang menunjukkan adanya tanggung jawab moral.


Contoh dari Etika, Profesi & Profesionalisme

Contoh dari Etika :

-          Mengucapkan salam saat bertamu.
-          Cium tangan orang tua sebelum bepergian kemanapun.
-          Makan dengan tangan kanan.
-          Mengucapkan terima kasih jika diberi sesuatu.
-          Merendahkan suara jika berbicara dengan orang tua.
-          Mengantri saat menunggu giliran.
-          Memberi sesuatu dengan tangan kanan.
-          Mempersilahkan orang yang lebih tua duduk bila di kendaraan umum.

Contoh dari Profesi di bidangnya :

-          Ekonomi: akuntan, ekonom.
-          Bahasa: translator.
-          Kesehatan: dokter dan perawat.
-          Seni: pelukis, pemahat.
-          Pendidikan: guru dan dosen.

Contoh dari Profesionalisme

-          Seorang yang profesional akan mampu menghadapi permasalahan dalam pekerjaannya dengan baik.
-          Setiap perusahaan memiliki standar kerja terhadap pegawai-pegawainya.
-          Setiap profesi memiliki kode etiknya masing-masing.


Pendapat atau opini dan saran saya mengenai Etika, Profesi & Profesionalisme

Etika, menurut pendapat saya etika itu sifat atau tingkah laku yang timbul karena suatu kebiasaan karena setiap kegiatan yang dilakukan mempunyai kode etik masing-masing. Etika timbul karena proses kedewasaan, dimana kita memikirkan dulu etika yang baik dan benar itu dilakukan disaat kondisi seperti apa.
Saran, lakukanlah etika yang baik dan benar sesuai kondisi yang ada, karena etika mencerminkan kedewasaan kita.

Profesi, menurut pendapat saya suatu kepercayaan atau tanggung jawab yang diberikan kepada kita sesuai dengan bidangnya masing-masing.
Saran, jalankan dengan baik suatu profesi yang sudah diberikan kepada kita sesuai kode etiknya.

Profesionalisme, menurut pendapat saya adalah komitmen terhadap tanggung jawab yang telah diberikan kepada kita .
Saran, bersikaplah profesional dengan tanggung jawab yang telah diberikan dengan selalu berpegang teguh pada komitmen. 


Baca Selengkapnya →Etika, Pofesi & Profesionalisme
Senin, 05 Januari 2015

OSGI ( Open Servie Gateway Initiative )

OSGI (Open Service Gateway Initiative) adalah sebuah rencana industri untuk cara standar untuk menghubungkan perangkat seperti perangkat rumah tangga dan sistem keamanan ke Internet. OSGI berencana menentukan program aplikasi antarmuka (API) untuk pemrogram menggunakan, untuk memungkinkan komunikasi dan kontrol antara penyedia layanan dan perangkat di dalam rumah atau usaha kecil jaringan. OSGI API akan dibangun pada bahasa pemrograman Java. Program java pada umumnya dapat berjalan pada platform sistem operasi komputer. OSGI adalah sebuah interface pemrograman standar terbuka.
The OSGI Alliance (sebelumnya dikenal sebagai Open Services Gateway inisiatif, sekarang nama kuno) adalah sebuah organisasi standar terbuka yang didirikan pada Maret 1999. Aliansi dan anggota – anggotanya telah ditentukan sebuah layanan berbasis Java platformyang dapat dikelola dari jarak jauh.

Penjelasan :

OSGI merupakan sebuah teknologi revolusi yang menghubungkan suatu perangkat dengan sebuah system pemrograman yang juga telah terkoneksi dengan system keamanan internet agar dapat memungkinkan suatu komunikasi dan control antara penyedia layanan dan perangkat yang terhubung.

Keuntungan Dari OSGI :

  • Memudahkan pengendalian dan pengawasan penggunaan perangkat elektronik.
  • Membantu mengelola penghematan sumber daya seperti listrik, air, gas dan lainnya.
  • Mudah dikembangkan.
  • Pembaharuan secara dinamis.
  • Dapat beradaptasi dengan baik pada berbagai perangkat berbeda.
  • Transparan dalam memberikan akses mengamati keadaan internal OSGi.
  • Memberikan ruang library JAR yang berbeda versi dapat berkolaborasi dalam class yang sama.
  • Memiliki interface yang sederhana.

Kerugian Dari OSGI
  • Pengguna dihadapkan pada tanggunjawab untuk terus menarik laporan informasi.
  • Pengguna harus selalu mengetahui posisi perangkat yang dikelola.
  • Penerapan yang membutuhkan biaya besar.
  • Membuat ketergantungan dalam kemudahan teknologi.
  • Memberikan peluang penyalahgunaan sistem oleh pihak yang tidak berwenang jika interface OSGi lupa ditutup pengguna.
Kesimpulan :
Dengan adanya teknologi OSGI maka semua permasalahan yang berkaitan dengan elektronika akan menjadi mudah karena satu sama lain terhubung dalam satu aplikasi system jaringan pemrograman.


Baca Selengkapnya →OSGI ( Open Servie Gateway Initiative )